Wednesday, October 13, 2010

:')

Pagi itu, dengan pasti langkahku menyusuri jalan setapak
Dinginnya udara dan indahnya puncak gunung tersenyum menyambutku
Kulalui kepadatan kendaraan di persimpangan
Hatipun meyakinkanku untuk terus maju bersama cita-cita
Aku sedih bila mengingat perjalanan hidupku ini
Di mana aku harus berpisah ratusan kilometer dari orang-orang terkasih
Menyulam janji dan mengukir sebuah kebahagiaan esok kelak
Paru-paruku sesak oleh sebuah aroma yang kuhirup
Nampaknya itu aroma kerinduan pada seuntai senyuman
Sebuah telapak tangan yang sudah lama tak ku kecup

Malam ini, beberapa tetes air mata setia menemaniku
Aku terdiam bersama kenangan yang sedang terputar dipikiranku
Kalimat "harus tetap semangat" selalu terngiang ditelinga
Tetaplah menjadi kekuatan dalam untaian doaku
Aku pasti kembali dengan kemenangan ditangan

No comments:

Post a Comment

Followers