Musim hujan sudah tiba di kota yang nyaman ini. Menyenangkan. Bulir-bulir air hujan yang tak ragu runtuh, membuat setiap orang bersembunyi dibawah kenangan yang teduh. Irama air yang jatuh menjadi lagu yang tidak bosan di dengar sepanjang masa. Sejuk. Aroma yang menenangkan. Kali ini hujan milik semua orang.
Di kota itu, sepatu dan pundak basah menjadi hal yang biasa. Cipratan air adalah suara yang lucu sekali. Pukul 07.00 ditunjukkan oleh arlojinya. Gedung-gedung tinggi yang basah, kendaraan yang menerobos runtuhan air menjadi pemandangan hangat pagi itu.
Kepulan kuah panas menjadi santapan mata di siang ini. Lezat sekali melihat makanan-makanan itu, ini pasti karena perut yang keroncongan karena sampai siang ini hujan turun. Ucapan singkat di ponsel selalu membuat rindu berlipat. Dan hujan selalu menyampaikan maksud apa yang sedang dia rasakan.
Pekerjaan hari ini sudah selesai, tidak ada yang menguras waktu. Semuanya berjalan biasa. Secangkir teh panas menjadi teman saat merapihkan meja. Kaca yang basah kali ini menarik perhatiannya, dibalik tirai garis-garis itu, masih ada bulir-bulir yang turun. Gerimis menemani jam pulang kantor.
Warna senja kali ini tidak tampak dari jendela kereta. Yang terlihat hanya nama stasiun yang muncul saat pintu otomatis itu terbuka. Ternyata setiap stasiun mempunyai ciri khas tersendiri. Disitulah berkumpul orang-orang dengan niat perjalanan berbeda-beda. Entah perjalanan baru, melanjutkan perjalanan atau perjalanannya sudah selesai. Mengingatkan kota itu sebagai batu pijakan, setiap orang memiliki rencana tujuan masing-masing. Dan akhirnya, mungkin di sinilah akhir tujuannya, dan menjadi awal perjalanan yang baru.
No comments:
Post a Comment